barners

Selasa, 13 Agustus 2013

Malaikat Cinta

Maulid Nabi

        Haji adalah cita-cita utama seorang muslim. Haji hanya diwajibkan kepada orang-orang mampu saja. Mampu secara finasial; mampu secara fisikal. Namun, tidak sedikit orang yang secara finasial tidak mampu, atas kehendak-nya melalui berbagai cara bisa berhaji.
     
        Dalam sejarah, syariat haji, lebih populer sebagai warisan Nabi Ibrahim a.s dan keluarganya. Syariat itu sampai kepada kita melalui Nabi Muhammad saw. Berbicara tentang syariat islam, semestinyalah kita membaca tentang sang pembawa ajaran ini.: Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.     
Saya hanya ingin menyampaikan tentang kelahirannya saja, Maulid Nabi saw.,secara ringkas.
        
      Hari ini, ketika saya menulis tentang kelahiran Nabi, adalah Jumat, tanggal 12 Rabiul Awal 1425H penanggalan di almanak menunjukan, ini adalah hari libur. Hampir setiap hari libur, pagi hari, sekitar pukul 05.30 atau pukul 06.00, kami (saya,istri dan anak-anak) jalan-jalan santai ke perkampungan atau ke pinggiran sungai, atau ke daerah pesawahan; kemudian membeli sarapan diwarung kecil atau jajan bubur ayam dipinggir jalan desa.
        
      Saya lihat banyak anak-anak keluar dari gang kecil, dari rumah-rumah mereka, tangannya menjinjing sesuatu. Mereka kemudian masuk ke masji-masjid , mushola-mushola, dan madrasah-madrasah. Mereka membawa apa yang orang Jawa Barat sebut sebagai bongsang. Bongsang adalah sejenis kantong yang terbuat dari kulit atau daging bambou yang deserut tipis dan di ayam., biasanya diisi makanan. Ringan ataupun berat.
     
       Kehadiran bongsang biasanya dikaitkan dengan perayaan-perayaan didesa (orang Jawa Barat bagian kota-kalau tidak semua-sebagian besar, dapat dipastikan, tidak mengenal bongsang); baik perayaan pernikahan, khitanan, atau perayaan yang lebih berbau keagamaan seperti Maulid Nanbi.
     
       Dan, hari ini adalah hari raya bagi kebanyakan orang desa seprti saya. Ini adalah hari tatkala seorang manusia besar lahir kedinia ini. Hari ini adalah hari Maulid Rasulullah saw.

         Kami terus berjalan sambil mencari dimana ada warung kecil yang menjual bubur kacang hijau (pagi itu kami ingin sarapan bubur kacang yang panas mengepul, nikmat). Dua anak kami yang mendahului berjalan jauh didepan, terhenti dan menengok ke belakang. Mungkin capek atau takut kami keholangan jejak'nya, mereka berhrnti disebuah warung baru. Tampaknya baru beberapa hari saja bukanya warung itu. "Mau sarapan disini?" tanya saya. Mereka menganggukan kepala. Akhirnya kami sarapan diwarteg yang baru buka seminggu lalu itu.

       Sementara istri menemani anai-anak menyelesaikan sarapan paginya, saya berjalan dan masuk gang kecil, tak jauh dari situ. Disebuah musala terdengar suara seorang ustadz sedang ceramah tentang keutamaan peringati maulid.
Saya terus berjalan pelan. Dan, disebuah majelis taklim dan pesantren al-qur'an, saya kembali mendengar orang-orang membaca selawat atas nabi. Mereka sedang lagi-lagi memperingati Maulid Nabi. Mereka semua sedang memperingati kelahiran seorang yang dicintainya. Peringatan Maulid adalah salah satu cara mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah saw.

Sekian dulu ......insya allah saya sambung lagi.



Kata : Penulis Malaikat Cinta (jr).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar